Teori Kesiapan Belajar Menurut Para Ahli

Sesuatu hal yang biasanya dilakukan oleh seseorang sebelum melakukan suatu pekerjaan adalah kesiapan. Jika seorang siswa sebelum melakukan aktivitas belajar maka diperlukan aktivitas persiapan belajar. Dengan kata lain, kesiapan diperlukan agar mengetahui kondisi awal siswa sebelum melakukan proses pembelajaran.

Slameto mengemukakan bahwa kesiapan adalah keseluruhan kondisi seseorang yang membuatnya siap untuk memberi respon/jawaban di dalam cara tertentu terhadap suatu situasi. Penyesuaian kondisi pada suatu saat akan berpengaruh atau kesiapan adalah kecenderungan untuk memberi respon. Kondisi siswa yang siap dalam menghadapi situasi apapun akan terlihat dari sikapnya dalam memberikan respon terhadap setiap pertanyaan yang diajukan guru.

Menurut Thorndike yang dikutip dalam Slameto kesiapan adalah prasyarat untuk belajar berikutnya. Siswa hendaknya menguasai setiap materi ajar yang telah disampaikan karena memiliki keterkaitan dengan materi selanjutnya. Apabila siswa tidak menguasai materi yang telah disampaikan, maka siswa tersebut akan kesulitan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran selanjutnya. Begitupun sebaliknya, apabila siswa menguasai materi yang telah disampaikan, maka siswa tersebut akan mudah memahami materi ajar secara optimal.

Lebih lanjut Oemar Hamalik mengemukakan bahwa kesiapan adalah keadaan kapasitas yang ada pada diri siswa dalam hubungan dengan tujuan pengajaran tertentu. Keadaan yang siap ditunjukkan dengan kapasitas pengetahuan yang dimiliki siswa dalam memahami materi ajar sesuai dengan tujuan pembelajaran. Tercapainya tujuan pembelajaran tercapai apabila siswa mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik yang didukung oleh kesiapan dirinya dalam menghadapi situasi yang dihadapi.

Menurut Wasty Soemanto ada orang yang mengartikan readiness sebagai kesiapan atau kesediaan seseorang untuk berbuat sesuatu. Cronbach menyatakan bahwa readness merupakan kekuatan yang menimbulkan reaksi dengan beberapa cara tertentu. Kesiapan siswa dilihat dari kemauannya untuk melakukan sesuatu yang berdasarkan atas dasar kemauan dan kesediaan siswa itu sendiri tanpa ada paksaan maupun perintah dari orang lain. Hal ini sejalan dengan pendapat yang dikemukakan oleh Syaiful Bahri Djamarah bahwa kesiapan untuk belajar merupakan kondisi diri yang telah dipersiapkan untuk melakukan suatu kegiatan.

Lebih lanjut Slameto memberikan batasan tentang kesiapan sebagai keseluruhan kondisi seseorang yang membuatnya siap untuk memberi respon atau jawaban didalam cara tertentu terhadap suatu situasi. Penyesuaian kondisi pada suatu saatakan berpengaruh terhadap pemberian respon. Kesiapan yang dimiliki siswa akan membuatnya mudah menyesuaikan diri dalam kondisi apapun. Situasi yang sulit akan mudah dipahami untuk dicari solusi dan pemecahan masalahnya.

Kondisi tersebut mencakup setidaknya ada tiga unsur, yaitu:

Kondisi fisik, mental, dan emosional.

Kebutuhan-kebutuhan, motif, dan tujuan

Keterampilan, pengetahuan, dan pengertian yang sudah dipelajari.

Keadaan fisik, mental dan emosional merupakan aspek yang sangat berpengaruh terhadap tingkat kesiapan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran yang mampu bertindak secara aktif. Senada dengan pendapat Sumadi Suryabrata bahwa kesiapan sebagai persiapan untuk bertindak (ready to act). Dengan demikian kesiapan merupakan perwujudan dari kematangan baik secara fisik, mental maupun emosional untuk mengikuti kegiatan pembelajaran yang aktif dan mampu menjawab pertanyaan yang diberikan.

Sementara itu mengenai pengertian belajar dapat ditelusuri dari beberapa pendapat. W.S. Winkel berpendapat bahwa belajar pada manusia dirumuskan sebagai peristiwa mental yang berada dalam diri seseorang dengan cara interaksi dengan lingkungan, yang menimbulkan perubahan pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan nilai sikap. Perubahan itubersifat secara relatif, konstan dan berbekas.

Selain itu menurut Cronbach dalamSumadi Suryabrata menyatakan bahwa “learning is shown by achange in behaviour as a result of experience”. Jadi, belajar yang sebaik-baiknya adalah dengan mengalami dan dalam menjalani itu si pelajar menggunakan panca inderanya. Sedangkan Nasution mengatakan kesiapan belajar adalah kegiatan belajar yang sebelumnya didahului oleh suatu situasi. Tanpa kesiapan atau kesediaan ini, proses belajar tidak akan terjadi. Lebih lanjut Darsono faktor kesiapan, baik fisik maupun psikologis, merupakan kondisi awal suatu kegiatan belajar.

Terima Kasih

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!