Pengertian Hasil Belajar

Hasil belajar sebagai istilah yang lazim kita dengar yang digunakan sebgai sebutan dari penilaian proses pembelajaran, penelitian tersebut bertujuan melihat kemajuan belajar siswa dalam hal penguasaan materi yang telah diberikan diberikan oleh guru sesuai dengan ujuan pencapaian pembelajaran tersebut.

Hasil belajar merupakan istilah yang tidak asing lagi dalam dunia pendidikan. Istilah tersebut lazim digunakan sebagai sebutan dari penilaian dari hasil yang dicapai dari proses pembelajaran, dimana penilaian tersebut bertujuan melihat tingkat kemajuan belajar siswa dalam penguasaan materi pengajaran yang telah dipelajarinya sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Hasil belajar terdiri dari dua kata, yakni hasil dan belajar. Hasil belajar digunakan sebagai parameter untuk melihat hasil yang optimal dari proses pembelajaran yang telah berlangsung sehingga dalam hal ini tidak terlepas dari kata belajar. Hasil merupakan situasi yang telah dicapai dari usaha yang pernah dilakukan dan dikerjakan atau dalam definisi yang lebih singkat bahwa hasil adalah hasil yang telah dicapai (dilakukan dan dikerjakan).

Senada dengan pengertian di atas, hasil adalah hasil yang telah dicapai dari apa yang dikerjakan/yang sudah diusahakan.Menurut Mas’ud Khasan Abdul Qahar dalam Syaiful Bahri Djamarah bahwahasil adalah apa yang telah dapat diciptakan, hasil pekerjaan, hasil yang menyenangkan hati yang diperoleh dengan jalan keuletan kerja.[1]Dengan demikian hasil belajar adalah penguasaan pengetahuan atau materi yang dikembangkan oleh mata pelajaran.

Tidak jauh dari pengertian yang dikemukakan oleh Fuad Mas’ud dan Syaiful Bahri Djamarah menyatakan bahwa hasil adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan, yang menyenangkan hati yang diperoleh dengan keuletan kerja, baik secara individual maupun kelompok dalam bidang kegiatan tertentu.[2]

Dalam dunia pendidikan, bentuk penilaian dari suatu hasil biasanya dapat dilihat atau dinyatakan dalam bentuk simbol huruf atau angka-angka.Jadi, hasil belajar adalah hasil yang diraih oleh siswa dari aktivitas belajarnya yang ditempuh untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat diwujudkan dengan adanya perubahan sikap dan tingkah laku dan pada umumnya dinyatakan dalam bentuk simbol huruf atau angka-angka.

Hasil belajar yang didapatkan oleh seorang siswa bersifat sementara kadang kala dalam suatu tahapan belajar, siswa yang berhasil secara gemilang dalam belajar, sering pula dijumpai adanya siswa yang gagal. Seperti angka raport rendah, tidak naik kelas, tidak lulus ujian akhir dan sebagainya.Hasil belajar adalah tingkat keberhasilan murid untuk mempelajari materi pelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam bentuk skor yang diperoleh dari hasil tes mengenai sejumlah materi

  1. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Hasil merupakan rangkaian kondisi individu akibat dari aktivitas atau kegiatan yang sudah dilakukan. Belajar adalah perkembangan proses individu. Pada prinsipnya proses belajar berbeda dengan proses kematangan. Dalam hal ini, kematangan yaitu proses dimana sikap yang dimodifikasi sebagai akibat pertumbuhan dan perkembangan beberapa fungsi jasmani. Sehingga tidak setiap perubahan itu disebut tingkah laku dari individu adalah hasil belajar. meskipun tidak ada yang mengajarinya.

Keberhasilan belajar siswa sangat dipengaruhi oleh dua faktor, seperti yang dikemukakan oleh Roestiyat N.K. bahwa hasilbelajar siswa dipengaruhi oleh factor endogen dan faktor eksogen.Faktor endogen yaitu hambatan yang muncul dari dalam diri anak didik, hal ini dapat bersifat biologis maupun psikologis. Sedangkan faktor eksogen adalah hambatan yang muncul dari luar diri anak didik seperti suasana rumah, pergaulan sosial, cara penyampaian guru di kelas.[3]

Senada dengan pendapatSaparinah Sadli yaitu hasilbelajar anak tidak hanya ditentukan oleh taraf intelegensi, tetapi faktor-faktor lain seperti lingkungan sosial, kepribadian, motivasi baik yang datang dari orang lain, sangat mempengaruhi keberhasilan belajar seseorang.[4]Sebagai hasil dari kegiatan belajar atas dasar proses usaha yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Maka akan memberikan perubahan yang kompleks dan menyeluruh, baik dari segi kognitif, afektif ataupun psikomotor.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa yang menentukan keberhasilan belajar seseorang banyak factor yang mempengaruhinya, tidak hanya berasal dari dalam dirinya sendiri melainkan juga datang dari luar dirinya, seperti pengaruh lingkungan sosial, pengaruh orang tua, pengaruh guru dalam belajar di kelas dan sebagainya. Pengaruh dari luar yang paling besar pengaruhnya yaitu motivasi dari gurunya di sekolah. Oleh karena itu guru dalam mempengaruhi belajar di sekolah harus selalu menggunakan pendekatan yang tepat dalam kegiata belajar mengajar supaya anak didik siap dan enjoy untuk menerima pelajaran di sekolah

Muhibbin Syah, secara global faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu faktor internal, faktor eksternal dan faktor pendekatan belajar.[5]

  • Faktor internal

Faktor internal (faktor dari dalam siswa), yakni keadaan/kondisi jasmani dan rohani siswa. Faktor ini meliputi dua aspek, yakni:

  1. Aspek fisiologis (bersifat jasmaniah)

Kondisi umum jasmani dan tonus (tegangan otot) yang menandai tingkat kebugaran organ-organ tubuh dan sendi-sendinya, dapat mempengaruhi semangat dan intensitas siswa dalam mengikuti pelajaran. Kondisi jasmani yang tidak mendukung kegiatan belajar, seperti gangguan kesehatan, cacat tubuh, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran dan lain sebagainya sangat mempengaruhi kemampuan siswa dalam menyerap informasi dan pengetahuan, khususnya yang disajikan di kelas.

  1. Aspek psikologis (bersifat rohaniah)

Banyak faktor yang termasuk aspek psikologis yang dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas perolehan pembelajaran siswa.Diantaranya adalah tingkat intelegensi siswa, sikap siswa, bakat siswa, minat siswa dan motivasi siswa.

  • Intelegensi siswa

Tingkat kecerdasan merupakan wadah bagi kemungkinan tercapainya hasil belajar yang diharapkan. Jika tingkat kecerdasan rendah, maka hasil belajar yang dicapai akan rendah pula. Hasil belajar siswa di sekolah 70% dipengaruhi oleh kemampuan siswa dan 30% dipengaruhi oleh lingkungan. Sehingga tidak diragukan lagi bahwa tingkat kecerdasan siswa sangat menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa.

  • Sikap siswa

Sikap merupakan gejala internal yang berdimensi afektif berupa kecenderungan untuk mereaksi dengan cara relatif tetap terhadap objek, baik secara positif maupun negatif. Sikap siswa yang positif terutama kepada guru dan mata pelajaran yang diterima merupakan tanda yang baik bagi proses belajar siswa. Sebaliknya, sikap negatif yang diiringi dengan kebencian terhadap guru dan mata pelajarannya menimbulkan kesulitan belajar siswa tersebut, sehingga hasil belajar yang di capai siswa akan kurang memuaskan.

  • Bakat siswa

Sebagaimana halnya intelegensi, bakat juga merupakan wadah untuk mencapai hasil belajar tertentu. Secara umum bakat merupakan kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan datang. Bakat juga diartikan sebagai kemampuan individu untuk melakukan tugastertentu tanpa banyak bergantung pada upaya pendidikan dan latihan.Siswa yang kurang atau tidak berbakat untuk suatu kegiatan belajar tertentu akan mengalami kesulitan dalam belajar.

  • Minat siswa

Minat berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu.Minat dapat mempengaruhi kualitas pencapaian hasil belajar siswa. Siswa yang menaruh minat besar terhadap bidang studi tertentu akan memusatkan perhatiannya lebih banyak dari pada siswa lain, sehingga memungkinkan siswa tersebut untuk belajar lebih giat dan pada akhirnya mencapai hasil yang diinginkan.

  • Motivasi siswa

Tanpa motivasi yang besar, siswaakan banyak mengalami kesulitan dalam belajar, karena motivasi merupakan faktor pendorong kegiatan belajar. Motivasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik.Motivasi intrinsik adalah hal dan keadaan yang berasal dari dalam diri siswa sendiri yang dapat mendorongnya melakukan tindakan belajar.Adapun motivasi ekstrinsik adalah hal keadaan yang datang dari luar individu siswa yang mendorongnya untuk melakukan kegiatan belajar. Motivasi yang dipandang lebih esensial adalah motivasi intrinsik karena lebih murni dan langgeng serta tidak bergantung pada dorongan atau pengaruh orang lain.

  • Faktor eksternal

Faktor eksternal (faktor dari luar siswa), yakni kondisi/keadaan lingkungan di sekitar siswa. Adapun faktor eksteren yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa adalah:

  1. Lingkungan sosial

Lingkungan sosial siswa di sekolah adalah para guru, staf administrasi dan teman-teman sekelasnya, yanf dapat mempengaruhi semangat belajar siswa.Masyarakat, tetangga dan teman-teman sepermainan di sekitar perkampungan siswa juga termasuk lingkungan sosial bagi siswa.Namun lingkungan sosial yang lebih banyak mempengaruhi kegiatan belajar sisa ialah orang tua dan keluarga siswa itu sendiri.Sifat-sifat orang tua, praktik pengelolaan keluarga, ketegangan keluarga dan letak rumah, semuanya dapat memberi dampak baik dan buruk terhadap kegiatan belajar dan hasil yang dicapai siswa.

  1. Lingkungan non sosial

Lingkungan non social ialah gedung sekolah dan letaknya, rumah tempat tinggal keluarga siswa dan letaknya, alat alat belajar, keadaan cuaca dan waktu belajar yang digunakan siswa.

  • Faktor pendekatan belajar

Tercapainya hasil belajar yang baik dipengaruhi oleh bagaimana aktivitas siswa dalam belajar. Faktor pedekatan belajar merupakan suatu upaya siswa terdiri dari strategi dan metode untuk melakukan pembelajaran. Salah satu yang mempengaruhi hasil belajar siswa adalah faktor pendektaan belajar semaik baik pendeka.

[1]Syaiful Bahri Djamarah, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: RinekaCipta, 1994, h.21

[2]Syaiful Bahri Djamarah, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: RinekaCipta, 1994, h.21

[3]Roestiyah N.K.,Strategi Belajar Mengajar, Cetakan V, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1990, h.67

[4]Saparinah Sadli, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1990, h.20

[5]Muhibbin Syah, Psikolologi Belajar, Jakarta: Raja Grafido Persada, 2001, h.53

2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!