Arti dan Definisi Kemampuan

Kemampuan merupakan hal yang telah ada dalam diri kita sejak lahir. Kemampuan yang ada pada diri manusia juga bisa disebut dengan potensi. Potensi yang ada pada manusia pada dasarnya bisa diasah. Kemampuan juga  merupakan hal yang penting dalam proses pembelajaran karena sebagai pendukung terbentuknya prestasi belajar dalam berbagai macam mata pelajaran.

Eko Endarmoko (2007: 402) mengatakan kemampuan berasal dari kata “mampu” yang berarti bisa (cakap, dapat, kapabel, kuasa, pandai, pintar sanggup) yang diberi awalan ke dan diakhiri dengan imbuhan an menjadi “kemampuan” yang berarti daya (kebolehan, kecakapan, kesanggupan, kelebihan, kemahiran, kepiawaian, dll). Dalam artian kemampuan adalah suatu kesanggupan dalam melakukan sesuatu. Seseorang dikatakan mampu apabila seseorang bisa melakukan sesuatu yang harus ia lakukan.

Kamampuan memiliki definisi yang berbeda-beda, dalam hal ini banyak para ahli mengartikan kemampuan secara bervariasi akan tetapi pada dasarnya masih memiliki konteks yang sama. Menurut Vembrianto dalam Syafarudddin (2012: 72) mengatakan bahwa kemampuan adalah keterampilan yang dimiliki oleh seseorang sebagai hasil pengalaman, pendidikan dan pelatihan.

Sedangkan Hasan dalam Syafaruddin (2012: 71-72) menyatakan bahwa kemampuan adalah kesanggupan, kecakapan, keahlian yang dapat dinyatakan melalui pengukuran-pengukuran tertentu. Begitupun juga menurut Stephen P. Robbins dalam Syafaruddin (2012: 72) mengatakan pengertian kemampuan sebagai suatu kapasitas individu untuk mengerjakan suatu tugas dalam berbagai pekerjaan. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa kemampuan merupakan suatu penilaian atau ukuran dari apa yang dilakukan oleh orang tersebut.

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kemampuan merupakan kecakapan setiap individu untuk menyelesaikan pekerjaannya atau menguasai hal-hal yang ingin dikerjakan dalam suatu pekerjaan, dan kemampuan juga dapat dilihat dari tindakan tiap-tiap individu.

Menurut Janu Murdiyatmoko (2007: 4) menyatakan bahwa sejak lahir manusia telah menjadi makhluk individu untuk menjadi dirinya sendiri, sebagai pribadi yang terpisah dari yang lainnya. Ia merupaka suatu organism yang berdiri sendiri, secara fisik bersifat bebas (tidak mempunyai hubungan organic dengan sesamanya).

Selain sebagai makhluk individu manusia juga adalah makhluk sosial dimana mereka tidak akan mampu menjalani hidup ini tanpa dengan bantuan orang lain disekelilingnya. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Mamat Ruchimat dkk (2008: 92) menyatakan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang hidup bermasyarakat (zoon politicon). Keutuhan manusia akan tercapai apabila manusia sanggup menyelaraskan perannya sebagai makhluk ekonomi dan makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial (homo socius), manusia tidak hanya mengandalkan kekuatan sendiri. Tetapi membutuhkan bantuan dari manusia lain dalam melakukan hal tertentu.

Manusia pada hakekatnya adalah makhluk monodualis, yaitu sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial manusia mempunyai kebutuhan dasar untuk berafiliasi, yaitu menjalin hubungan dengan orang lain. Dalam menjalin hubungan dengan orang lain manusia melakukan komunikasi. Menurut Tommy Suprapto (2009: 5) menyatakan bahwa komunikasi berasal dari bahasa latin communication yang berarti “pemberitahuan” atau “pertukaran pikiran”. Jadi, secara garis besar, dalam suatu proses komunikasi haruslah terdapat unsur-unsur kesamaan makna agar terjadi suatu pertukaran pikiran dan pengertian antara komunikator (penyebar pesan) dan komunikan (penerima pesan).

Menurut Berdnard Berelson dan Gary A. Steiner dalam Engkoswara dan Aan Komariah (2012: 199) mengartikan komunikasi sebagai berikut: “Communication: the transmission of information, ideas, emotions, skills, etc. by theuses of simbol…..” (komunikasi adalah transmisi informasi, gagasan, emosi, keterampilan dan sebagainya. Tindakan dan proses transmisi itulah yang disebut komunikasi).

Referensi:

Endarmoko, Eko. 2007. Tesaurus Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Syafaruddin. 2012. Pendidikan & Pemberdayaan Masyarakat. Medan: Perdana Publishing

Murdiyatmoko, Janu.2007.  Sosiologi Memahami dan Mengkaji Masyarakat. Bandung: Grafindo Media Pratama.

Ruhimat, Mamat dkk. 2008. Ilmu Pengetahuan Sosial (Geografi, Sejarah, Sosiologi, Ekonomi). Bandung: Grafindo Media Pratama.

Suprapto, Tommy. 2009. Pengantar Teori dan Manajemen Komunikasi. Yogyakarta: Media Pressindo

Engkoswara dan Aan Komariah. 2012. Administrasi Pendidikan. Bandung: Alfabeta

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!