Faktor Pengaruh Hasil Belajar

Hasil merupakan serangkaian hasil yang diperoleh individu akibat dari suatu kegiatan yang telah dilakukannya. Sedangkan belajar adalah proses dari perkembangan suatu individu. Pada prinsifnya proses belajar itu berbeda dengan proses kematangan. Kematangan adalah proses dimana tingkah laku dimodifikasi sebagai akibat dari pertumbuhan dan perkembangan struktur serta fungsi-fungsi jasmani. Dengan demikian tidak setiap perubahan tingkah laku pada diri individu adalah merupakan hasil belajar.Meskipun tidak ada orang yang mengajarnya, namun orang itu tetap belajar. Guru dapat mengarahkan belajar, dapat menunjukkan sumber pengalaman belajar, menyajikan bahan pelajaran, dan dapat mendorong seseorang untuk belajar.

Keberhasilan belajar siswa sangat dipengaruhi oleh dua faktor, seperti yang dikemukakan oleh Roestiyat N.K. bahwa hasilbelajar siswa dipengaruhi oleh factor endogen dan faktor eksogen.Faktor endogen yaitu hambatan yang muncul dari dalam diri anak didik, hal ini dapat bersifat biologis maupun psikologis. Sedangkan faktor eksogen adalah hambatan yang muncul dari luar diri anak didik seperti suasana rumah, pergaulan sosial, cara penyampaian guru di kelas.[1]

Senada dengan pendapatSaparinah Sadli yaitu hasilbelajar anak tidak hanya ditentukan oleh taraf intelegensi, tetapi faktor-faktor lain seperti lingkungan sosial, kepribadian, motivasi baik yang datang dari orang lain, sangat mempengaruhi keberhasilan belajar seseorang.[2]Sebagai hasil dari kegiatan belajar atas dasar proses usaha yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Maka akan memberikan perubahan yang kompleks dan menyeluruh, baik dari segi kognitif, afektif ataupun psikomotor.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa yang menentukan keberhasilan belajar seseorang banyak factor yang mempengaruhinya, tidak hanya berasal dari dalam dirinya sendiri melainkan juga datang dari luar dirinya, seperti pengaruh lingkungan sosial, pengaruh orang tua, pengaruh guru dalam belajar di kelas dan sebagainya. Pengaruh dari luar yang paling besar pengaruhnya yaitu motivasi dari gurunya di sekolah. Oleh karena itu guru dalam mempengaruhi belajar di sekolah harus selalu menggunakan pendekatan yang tepat dalam kegiata belajar mengajar supaya anak didik siap dan enjoy untuk menerima pelajaran di sekolah

Muhibbin Syah, secara global faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu faktor internal, faktor eksternal dan faktor pendekatan belajar.[3]

  • Faktor internal

Faktor internal (faktor dari dalam siswa), yakni keadaan/kondisi jasmani dan rohani siswa. Faktor ini meliputi dua aspek, yakni:

  1. Aspek fisiologis (bersifat jasmaniah)

Kondisi umum jasmani dan tonus (tegangan otot) yang menandai tingkat kebugaran organ-organ tubuh dan sendi-sendinya, dapat mempengaruhi semangat dan intensitas siswa dalam mengikuti pelajaran. Kondisi jasmani yang tidak mendukung kegiatan belajar, seperti gangguan kesehatan, cacat tubuh, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran dan lain sebagainya sangat mempengaruhi kemampuan siswa dalam menyerap informasi dan pengetahuan, khususnya yang disajikan di kelas.

  1. Aspek psikologis (bersifat rohaniah)

Banyak faktor yang termasuk aspek psikologis yang dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas perolehan pembelajaran siswa.Diantaranya adalah tingkat intelegensi siswa, sikap siswa, bakat siswa, minat siswa dan motivasi siswa.

  • Intelegensi siswa

Tingkat kecerdasan merupakan wadah bagi kemungkinan tercapainya hasil belajar yang diharapkan. Jika tingkat kecerdasan rendah, maka hasil belajar yang dicapai akan rendah pula. Hasil belajar siswa di sekolah 70% dipengaruhi oleh kemampuan siswa dan 30% dipengaruhi oleh lingkungan. Sehingga tidak diragukan lagi bahwa tingkat kecerdasan siswa sangat menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa.

  • Sikap siswa

Sikap merupakan gejala internal yang berdimensi afektif berupa kecenderungan untuk mereaksi dengan cara relatif tetap terhadap objek, baik secara positif maupun negatif. Sikap siswa yang positif terutama kepada guru dan mata pelajaran yang diterima merupakan tanda yang baik bagi proses belajar siswa. Sebaliknya, sikap negatif yang diiringi dengan kebencian terhadap guru dan mata pelajarannya menimbulkan kesulitan belajar siswa tersebut, sehingga hasil belajar yang di capai siswa akan kurang memuaskan.

  • Bakat siswa

Sebagaimana halnya intelegensi, bakat juga merupakan wadah untuk mencapai hasil belajar tertentu. Secara umum bakat merupakan kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan datang. Bakat juga diartikan sebagai kemampuan individu untuk melakukan tugastertentu tanpa banyak bergantung pada upaya pendidikan dan latihan.Siswa yang kurang atau tidak berbakat untuk suatu kegiatan belajar tertentu akan mengalami kesulitan dalam belajar.

  • Minat siswa

Minat berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu.Minat dapat mempengaruhi kualitas pencapaian hasil belajar siswa. Siswa yang menaruh minat besar terhadap bidang studi tertentu akan memusatkan perhatiannya lebih banyak dari pada siswa lain, sehingga memungkinkan siswa tersebut untuk belajar lebih giat dan pada akhirnya mencapai hasil yang diinginkan.

  • Motivasi siswa

Tanpa motivasi yang besar, siswaakan banyak mengalami kesulitan dalam belajar, karena motivasi merupakan faktor pendorong kegiatan belajar. Motivasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik.Motivasi intrinsik adalah hal dan keadaan yang berasal dari dalam diri siswa sendiri yang dapat mendorongnya melakukan tindakan belajar.Adapun motivasi ekstrinsik adalah hal keadaan yang datang dari luar individu siswa yang mendorongnya untuk melakukan kegiatan belajar. Motivasi yang dipandang lebih esensial adalah motivasi intrinsik karena lebih murni dan langgeng serta tidak bergantung pada dorongan atau pengaruh orang lain.

  • Faktor eksternal

Faktor eksternal (faktor dari luar siswa), yakni kondisi/keadaan lingkungan di sekitar siswa. Adapun faktor eksteren yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa adalah:

  1. Lingkungan sosial

Lingkungan sosial siswa di sekolah adalah para guru, staf administrasi dan teman-teman sekelasnya, yanf dapat mempengaruhi semangat belajar siswa.Masyarakat, tetangga dan teman-teman sepermainan di sekitar perkampungan siswa juga termasuk lingkungan sosial bagi siswa.Namun lingkungan sosial yang lebih banyak mempengaruhi kegiatan belajar sisa ialah orang tua dan keluarga siswa itu sendiri.Sifat-sifat orang tua, praktik pengelolaan keluarga, ketegangan keluarga dan letak rumah, semuanya dapat memberi dampak baik dan buruk terhadap kegiatan belajar dan hasil yang dicapai siswa.

  1. Lingkungan non sosial

Lingkungan non social ialah gedung sekolah dan letaknya, rumah tempat tinggal keluarga siswa dan letaknya, alat alat belajar, keadaan cuaca dan waktu belajar yang digunakan siswa.

  • Faktor pendekatan belajar

Tercapainya hasil belajar yang baik dipengaruhi oleh bagaimana aktivitas siswa dalam belajar.Faktor pendekatan belajar adalah jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran materi-materi pelajaran. Faktor pendekata belajar sangat mempengaruhi hasil belajar siswa, sehingga smakin mendalam cara belajar siswa maka semakin baik hasilnya.

[1]Roestiyah N.K.,Strategi Belajar Mengajar, Cetakan V, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1990, h.67

[2]Saparinah Sadli, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1990, h.20

[3]Muhibbin Syah, Psikolologi Belajar, Jakarta: Raja Grafido Persada, 2001, h.53

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!