Pengertian Pembelajaran Tematik menurut Para Ahli

Pembelajaran tematik dimaknai sebagai pembelajaran yang dirancang berdasarkan tema-tema tertentu. Pembelajaran tematik menyediakan keluasan dan kedalaman implementasi kurikulum, menawarkan kesempatan yang sangata banyak pada siswa untuk memunculkan dinamika dalam pendidikan.

Pembelajaran tematik merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegratifkan berbagai kompetensi dan berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema. Pengintegratifan tersebut dilakukan dalam dua hal, yaitu integratif sikap, keterampilan dan pengetahuan dalam proses pembelajaran dan integratif berbagai konsep dasar yang berkaitan. Tema merajut makna berbagai konsep dasar sehingga siswa tidak belajar konsep dasar secara parsial. Dengan demikian pembelajarannya memberikan makna yang utuh kepada siswa seperti tercermin pada berbagai tema yang tersedia (Kurniawati dan Wakhyudin, 2014 : 60).

Pembelajaran dengan pendekatan tematik, yang juga disebut dengan pembelajaran tematik, adalah pembelajaran yang melibatkan beberapa mata pelajaran, atau pembelajaran terpadu melalui tema (Pitadjeng, 2009 : 88). Pendekatan tematik merupakan pendekatan dalam pembelajaran yang secara sengaja mengaitkan beberapa aspek baik dalam intra mata pelajaran maupun antara mata pelajaran (Reffiane dan Saptaningrum, 2011 : 43).

Pendekatan tematik memiliki karakteristik sebagai berikut: a) Berpusat pada peserta didik. b) Memberikan pengetahuan langsung dengan melibatkan siswa dalam proses belajar mengajar.c) Mengembangkan keterampilan berpikir dan kreatif anak.d) Pemisahan mata pelajaran tidak begitu jelas.e)menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran.f)bersifat fleksibel.g) hasil pembelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa.h) Menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan (Kusdaryani dan Saptaningrum, 2010 : 95).

Pembelajaran tematik sebagai model pembelajaran termasuk salah satu tipe/jenis dari pada model pembelajaran terpadu. Istilah pembelajaran tematik pada dasarnya adalah model pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa (Depdiknas, 2006 : 5).

Istilah model pembelajaran terpadu sebagai konsep sering dipersamakan dengan integrated teaching and learning, integrated curriculum approach, a coherent curriculum approach. Jadi berdasarkan istilah tersebut, maka pembelajaran terpadu pada dasarnya lahir dari pola pendekatan kurikulum yang terpadu (integrated curriculum approach). Definisi mendasar tentang kurikulum terpadu dikemukakan pleh Humphreys, et.al. bahwa: studi terpadu adalah studi dimana para siswa dapat mengeksplorasi pengetahuan mereka dalam berbagai mata pelajaran yang  berkaitan dengan aspek-aspek tertentu dari lingkungan mereka. Ia melihat pertautan antara kemanusiaan, seni komunikasi, ilmu pengetahuan alam, matematika, studi sosial, musik, dan seni, keterampilan-keterampilan pengetahuan dikembangkan dan diterapkan di lebih dari satu wilayah studi.” (Trianto, 2010 : 79).

Secara umum prinsip pembelajaran terpadu dapat diklasifikasikan menjadi: (1) prinsip penggalian tema. Artinya tema-tema yang saling tumpang tindih dan ada keterkaitan menjadi target utama dalam pembelajaran, (2) prinsip pengelolaan pembelajaran. Guru harus mampu menempatkan diri sebagai fasilitator dan mediator dalam proses pembelajaran. (3) prinsip evaluasi. Bagaimana suatu kerja adapat diketahui hasilnya apabila tidak dilakukan evaluasi, dan (4) prinsip reaksi. Disini guru dituntut agar mampu merencanakan dan melaksanakan pembelajaran sehingga tercapai secara tuntas tujuan-tujuan pembelajaran. Pembelajaran terpadu memungkinkan hal ini dan guru hendaknya menemukan kiat-kiat untuk memunculkan kepermukaan hal-hal yang dicapai melalui dampak pengiring (Trianto, 2014 : 58).

Jika mencermati tentang prinsip pembelajaran tematik-terpadu yaitu: pertama, pembelajaran tematik-terpadu memiliki satu tema yang aktual, dekat dengan dunia siswa dan ada dalam kehidupan sehari-hari; kedua, pembelajaran tematik-terpadu perlu memilih materi beberapa mata pelajaran yang mungkin saling terkait; ketiga, pembelajaran tematik-terpadu tidak boleh bertentangan dengan tujuan kurikulum yang berlaku tetapi sebaliknya harus mendukung pencapaian tujuan untuk kegiatan pembelajaran yang termuat dalam kurikulum; keempat, materi pembelajaran dapat dipadukan dalam satu tema selalu mempertimbangkan karakteristik siswa; dan kelima, materi pelajaran yang di padukan tidak terlalu dipaksakan (Prastowo, 2014 : 11)

Pembelajaran terpadu sebagai suatu konsep dapat dikatakan sebagai suatu pendekatan belajar mengajar yang melibatkan beberapa bidang studi untuk memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. Dikatakan bermakna karena dalam pengajaran terpadu, siswa akan memahami konsep-konsep yang merka pelajari itu melalui pengamatan langsung dan menghubungkan dengan konsep lain yang mereka pahami.

Pembelajaran terpadu/tematik menawarkan model-model pembelajaran yang menjadikan aktivitas pembelajaran itu relevan dan penuh makna bagi para siswa, bailk secara formal mupun nonformal, meliputi pembelajaran inkuiri secara aktif sampai dengan penyerapan pengetahuan dan fakta secara pasif, dengan memberdayakan pengetahuan dan pengalaman siswa untuk membantunya mengerti dan memahami dunia kehidupannya. Dengan cara mengemass pengalaman belajar yang dirancang oleh guru yang demikian akan sangat berpengaruh dengan kebermaknaan pengalaman siswa dan menjadikan proses pembelajaran lebih efektif dan menarik (Sukandi, 2003).

Pembelajaran tematik sebagai bagian dari pada pembelajaran terpadu memiliki banyak keuntungan yang dapat dicapai sebagai berikut:

  1. Memudahkan pemusatan perhatian pada satu tema tertentu
  2. Siswa mampu mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar isi mata pelajaran dalam tema yang sama.
  3. Pemahaman materi mata pelajaran lebih mendalam dan berkesan.
  4. Kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik dengan mengaitkan mata pelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa.
  5. Lebih dapat dirasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas.
  6. Siswa lebih bergairah belajar karena dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, untuk mengembangkan suatu kemampuan dalam suatu mata pelajaran dan sekaligus dapat mempelajari mata pelajaran lain.

Guru dapat menghemat waktu sebab mata pelajaran yang disajikan secara tematik dapat dipersiapkan sekaligus, dan diberikan dalam dua atau tiga pertemuan, dan waktu selebihnya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan remedial, pemantapaan, atau pengayaan materi.

Referensi:

Kurniawati, Ika Diah dan Husni Wakhyudin. 2014. Efektivitas Model Think Pair Share Dalam Pembelajaran Tematik Integratif Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah. Universitas PGRI Semarang. Volume 4 Nomor 1 Juli 2014

Reffiane, Fine dan Ernawati Saptaningrum. 2011. Model Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif Menyenangkan Melalui Pendekatan Tematik Untuk Pembelajaran Sains Sekolah Dasar. Jurnal. Volume 1 Nomor 1 Juli 2011.

Trianto. 2007. Model Pembelajaran Terpadu dalam Teori dan Praktek. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher

Prastowo, Andi. 2014. Pemenuhan Kebutuhan Psikologis Peserta Didik SD/MI Melalui Pembelajaran Tematik-Terpadu. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar, Volume 1, Nomor 1, Agustus 2014

Sukandi, Ujang. 2003. Belajar Aktif & Terpadu. Surabaya: Duta Graha Pustaka

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!