Keunggulan Metode Pembelajaran Inquiry berorientasi Discovery

Keunggulan Metode Pembelajaran Inquiry berorientasi Discovery

Keunggulan menurut Dahar (Hamdani, 2011: 182-183):

  1. Pengetahuan itu bertahan lama atau dapat diingat dalam waktu lama dan lebih mudah diingat apabila dibandingkan dengan pengetahuan yang dipelajari dengan cara-cara lain;
  2. Hasil belajar mempunyai efek transfer yang lebih baik daripada hasil belajar lainnya. Dengan kata lain, konsep-konsep dan prinsip-prinsip yang dijadikan milik kognitif seorang lebih mudah diterapkan pada situasi-situasi baru;
  3. Secara menyeluruh, meningkatkan penalaran siswa dan kemampuan untuk berpikir secara bebas.

Mukminan (Iru dan Arihi, 2012: 17-18) menerangkan bahwa manfaat inkuiri bagi siswa sebagai berikut:

  • Mengembangkan keterampilan siswa untuk mampu memecahkan permasalahan serta mengambil keputusan secara obyektif dan mandiri.
  • Mengembangkan kemampuan berpikir siswa atau meningkatkan potensi intelektualnya.
  • Membina sikap penasaran (rasa ingin tahu) dan cara berpikir obyektif, mandiri, kritis, logis, dan analitis baik secara individual maupun kelompok.
  • Meningkatkan kemampuan untuk melacak kembali (heuristik) dari discovery, di mana discovery akan merupakan cara berpikir dan cara hidup dalam menghadapi segala permasalahan hidup sehari-hari.

Adapun menurut Hanafiah dan Suhana (2012: 78) Fungsi metode discoveryinquiry antara lain:

  • Membangun komitmen (commitment bulding) di kalangan peserta didik untuk belajar, yang diwujudkan dengan keterlibatan, kesungguhan, dan loyalitas terhadap mencari dan menemukan sesuatu dalam proses pembelajaran.
  • Membangun sikap aktif, kreatif, dan inovatif dalam proses pembelajaran dalam rangka mencapai tujuan pengajaran.
  • Membangun sikap percaya diri (self convidence) dan terbuka (openess) terhadap hasil temuannya.
  1. Kelemahan Metode Pembelajaran Inquiry berorientasi Discovery

Kelemahan metode discoveryinquiry (Hanafiah dan Suhana, 2012: 79)

  1. Siswa harus memiliki kesiapan dan kematangan mental, siswa harus berani dan berkeinginan untuk mengetahui keadaan sekitarnya dengan baik.
  2. Keadaan kelas di kita kenyataannya gemuk jumlah siswanya maka metode ini tidak akan mencapai hasil yang memuaskan.
  3. Guru dan siswa yang sudah sangat terbiasa dengan PBM gaya lama, maka metode discoveryinquiry ini akan mengecewakan.
  4. Ada kritik bahwa proses dalam metode discoveryinquiry terlalu mementingkan proses pengertian saja, kurang memerhatikan perkembangan sikap dan keterampilan bagi siswa.

Hanafiah, Nanang dan Cucu Suhana. 2012. Konsep Strategi Pembelajaran. Bandung: refika Aditama

Hamdani. 2011. Setrategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia

Iru, La dan La Ode Safiun Arihi. 2012. Analisis Pendekatan, Metode,Strategi, dan Model-Model Pembelajaran. Yogyakarta: Multi Persindo

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!