Pengertian Kreatifitas Belajar Menurut Ahli

  • Pengertian kreativitas belajar siswa

Menurut Syamsu Yusuf, kreativitas dapat diartikan sebagai kemampuan untuk menciptakan suatu produk baru, atau kemampuan untuk memberikan gagasan baru dan menerapkannya dalam pemecahan masalah. Kreativitas meliputi ciri-ciri kognitif (aptitude), seperti kelancaran (fluence), keluwesan (flexibility), keaslian, elaborasi dan pemaknaan kembali dalam pemikiran, maupun ciri-ciri kognitif , seperti motivasi, sikap, rasa ingin tahu, senang mengajukan pertanyaan, dan selalu ingin mencari pengalaman baru.[1]

Senada dengan pendapat di atas, Monty dan Fidelis mengemukakan bahwa pengertian yang mendefinisikan kreativitas dalam empat dimensi yang dikenal sebagai Four P’s of Creativity, yakni dimensi person, process, press dan product. Kreativitas dari segi “pribadi” (person) menunjuk pada daya kreatif yang ada pada setiap pribadi. Kreativitas sebagai suatu “proses”(process) dapat dirumuskan sebagai bentuk pemikiran dimana individu berusaha menemukan hubungan-hubungan yang baru, mendapatkan jawaban, metode atau cara-cara baru dalam menghadapi suatu masalah. Kreativitas sebagai “pendorong” (press) yang datang dari diri sendiri (internal) berupa hasrat dan motivasi yang kuat untuk bereaksi. Sedangkan kreativitas dari segi “hasil” (product) segala sesuatu yang diciptakan seseorang sebagai dari hasil keunikan pribadinya.[2]

Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan sesuatu yang baru atau meneruskan yang sudah ada yang melalui proses, dorongan dan menghasilkan suatu produk.

Sobry Sutikno mengartikan belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh suatu perubahan yang baru sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.[3]

Belajar diartikan sebagai aktivitas pengembangan diri melalui pengalaman, bertumpu pada kemampuan diri belajar di bawah bimbingan pengajar. Sedangkan mengajar diartikan sebagai aktivitas mengarahkan, memberikan kemudahan bagaimanan cara menemukan sesuatu (bukan memberi sesuatu) berdasarkan kemampuan yang dimiliki oleh pelajar.[4]

Belajar adalah perubahan yang relatif menetap dalam potensi tingkah laku yang terjadi sebagai akibat dari latihan dengan penguatan dan tidak termasuk perubahan-perubahan karena kematangan, kelemahan atau kerusakan pada susunan syaraf atau mengetahui dan memahami sesuatu sehingga terjadi perubahan dalam diri seseorang yang belajar.[5]

Dari beberapa definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa belajar pada hakikatnya adalah perubahan yang dialami oleh diri seseorang seusai melakukan aktifitas atau kegiatan tertentu.

[1] Syamsu Yusuf. 2005. Landasan Bimbingan Dan Konseling. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, hal. 246

[2] Monty P. Satiadarma dan Fidelis E. Waruwu. 2003. Mendidik Kecerdasan. Jakarta: Pustaka Populer Obor, hal. 108

[3] M. Sobry Sutikno. 2006. Pendidikan Sekarang dan Masa Depan. Mataram: NTP Press, hal. 42

[4]Sukamadinata. 1997. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek. Bandung: Remaja Rosdakarya, hal. 51

[5] Dimyati. 1999. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta, hal. 10

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!