Struktur Kelompok Metode Pembelajaran Inquiry berorientasi Discovery

Inquiry berorientasi discovery menunjuk pada situasi-situasi akademik yang mana dalam pelaksanaannya dilakukan oleh kelompok-kelompok di dalam suatu kelas yang terdiri dari enam kelompok, masing-masing terdiri dari lima orang siswa, dan tiap anggota melakukan peran tertentu, yakni sebagai berikut (Hamalik, 2012: 221-222):

  • Pemimpin kelompok bertanggung jawab memulai diskusi, menyiapkan kelompok untuk mengerjakan tugas dan melengkapi tugas-tugas, bertemu dengan guru untuk mendiskusikan kemajuan dan kebutuhan kelompoknya, mendeskripsikan informasi dari guru kepada kelompok, dan menyampaikan informasi kepada kelas atau kepada kelompok laPemimpin kelompok bertanggung jawab memulai diskusi, menyiapkan kelompok buat mengerjakan tugas dan melengkapi tugas-tugas, bertemu dengan guru buat mendiskusikan kemajuan serta kebutuhan kelompoknya, menggambarkan gosip berasal guru kepada grup, dan menyampaikan gosip kepada kelas atau kepada grup lainnya.
  • Pencatat (recorder) membuat dan memelihara catatan, karya tulis, serta materi tulisan kelompok, baik yg dibuat pada waktu berdiskusi maupun membagikannya kepada anggota kelompok, dan menghasilkan daftar centang (chek list) dan daftar hadir para anggota kelompok.
  • Pemantau disskusi (discussion monitor) berupaya memastikan bahwa diskusi berlangsung lancar dan seluruh pendapat disampaikan dan dibahas dalam dlskusi. Pemantauan dibutuhkan supaya diskusi berlangsung secara terbuka serta mendapat dukungan.
  • Pendorong (prompter) memelihara mental berdiskusi para anggota menggunakan teknik memakai daftar centang partisipasi terhadap semua anggota gerombolan . Mendorong tiap anggota agar menyampaikan kontribusi serta mencoba mendeskripsikan penjelasan yg lebih rinci dari para anggota kelompok.
  • Membuat rangkuman (summarizer) selama berlangsungnya diskusi serta di waktu menarik konklusi di setiap rendezvous inkuiri, perangkum merangkum butir-buah utama yang timbul serta merangkum tugas-tugas spesifik baik yang lengkap juga yg belum lengkap, mengundang pertanyaan-pertanyaan berasal grup buat mengklarifikasikan kedudukan kemajuan serta tujuan-tujuan kelompok.
  • Pengacara (advocate) bertugas melakukan dan memberikan pendapat bandingan terhadap argumen yang disampaikan dalam diskusi terhadap pendapat yang diajukan oleh kelompok lainnya.

  1. Penerapan Metode Pembelajaran Inquiry berorientasi Discovery

Agar penerapan metode pemberlajaran inquirydiscovery dengan baik, maka menurut Sanjaya (2008: 199) guru perlu memahami prinsip dan kriteria yang harus dipertimbangkan dalam merancang inkuiri sebagai berikut:

  • Berorientasi pada pengembangan intelektual

Tujuan utama metode inkuiri adalah pengembangan kemampuan berpikir. Dengan demikian, strategi pembelajaran ini selain berorientasi pada hasil belajar juga berorientasi pada proses belajar. Karena itu, kriteria keberhasilan dari proses pembelajaran ini bukan ditentukan oleh sejauh mana siswa menguasai materi, akan tetapi sejauh mana siswa beraktivitas mencari dan menemukan sesuatu.

  • Prinsip interaksi

Proses pembelajaran pada dasarnya adalah proses interaksi, baik interaksi antar siswa, maupun interaksi siswa dengan guru. Pembelajaran sebagai proses interaksi seperti menempatkan guru bukan sebagai sumber belajar, tetapi sebagai pengatur lingkungan atau pengatur interaksi itu sendiri.

  • Prinsip bertanya

Peran guru dalam metode inkuiri ialah guru sebagai penanya. Sebab, kemampuan siswa untuk menjawab setiap pertanyaan pada dasarnya sudah merupakan sebagian dari proses berpikir. Oleh sebab itu, kemampuan guru dalam setiap langkah inkuiri sangat diperlukan.

  • Prinsip belajar untuk berpikir

Belajar bukan hanya mengingat sejumlah fakta, akan tetapi belajar adalah proses berpikir untuk menggali pengetahuan sedalam-dalamnya, yakni proses mengembangkan potensi seluruh otak. Pembelajaran berpikir adalah pemanfaatan penggunaan otak secara maksimal. Oleh karena itu, belajar berpikir logis dan rasional perlu didukung oleh pergerakan otak kanan, misalnya dapat memasukkan unsur-unsur yang dapat mempengaruhi emosi, yaitu unsure estetika melalui proses belajar yang menyenangkan dan menggairahkan.

  • Prinsip keterbukaan

Belajar adalah suatu proses mencoba berbagai kemungkinan, segala sesuatu mungkin saja terjadi. Oleh sebab itu, anak perlu diberikan kebebasan untuk mencoba sesuai dengan perkembangan kemampuan logika dan nalarnya.

Peran guru dalam pembelajaran inkuiri ini adalah sebagai fasilitator. Peran-peran tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut (Iru dan Arihi, 2012: 16):

  • Menyiapkan skenario pembelajaran.
  • Menyiapkan tugas /masalah yang akan dipecahkan oleh siswa
  • Memberikan klarifikasi terhadap masalah-masalah.
  • Menyiapkan alat-alat dan fasilitas belajar yang diperlukan.
  • Memberikan kesempatan untuk menemukan dan melakukan penyelidikan.
  • Sebagai sumber informan, jika diperlukan oleh siswa.
  • Membantu siswa untuk merumuskan kesimpulan secara mandiri.

Menurut Kosasi (Iru dan Arihi, 2012: 16-17), untuk melaksanakan pembelajaran, guru memiliki ciri-ciri antara lain:

  1. Memiliki kemampuan sebagai perencana (planner), baik rencana program pengajaran, pelaksanaan, maupun evaluasi.
  2. Memiliki kemampuan untuk melaksanakan rencana tersebut dengan sebaik-baiknya menurut keputusan proses pembelajaran serta tujuan instruksionalnya.
  3. Memiliki kemampuan sebagai penanya yang baik.
  4. Guru mempunyai kemampuan sebagai manager.
  5. Memberi kemampuan sebagai pemberi hadiah, dapat berupa pujian sebagai cara untuk memotivasi belajar.
  6. Memiliki kemampuan sebagai penguji kebenaran daripada sebagai suatu system nilai.

Dalam pembelajaran inkuiri ini dapat digunakan sumber belajar yang dapat memudahkan siswa dan guru, antara lain (Iru dan Arihi, 2012: 18):

  • Gambar, sangat bermanfaat untuk membantu siswa dalam memperoleh pemahaman suatu konsep atau informasi, misalnnya gambar bentuk bangun-bangun pada matematika.
  • Model, misalnya delman dan gerobak sebagai contoh alat transportasi tradisional.
  • Peta dinding, dapat digunakan untuk menggali informasi tentang konsep ruang, konsep jarak, perbedaan ketinggian, pola hidup masyarakat dari berbagai daerah yang berbeda.
  • Barang-barang bekas, dapat digunakan untuk menggali informasi tentang pencemaran, pemanfaatan barang bekas untuk memenuhi kebutuhan hidup.
  • Slide dan film, dapat dimanfaatkan untuk menggali informasi tentang suatu peristiwa, permukaan bumi, masalah-masalah sosial, peninggalan kuno, perkembangan suatu wilayah/kota.
  • Bahan cetak (buku-buku teks, dokumen, arsip). Buku teks masih tetap digunakan, mengingat luasnya persoalan yang berkembang selama kegiatan inkuiri.

(Iru dan Arihi, 2012: 19) adapun manfaat sumber belajar antara lain:

  • Dapat membantu siswa dalam memahami suatu konsep.
  • Dapat mengakrabkan siswa serta guru dengan lingkungan sekitar.
  • Memungkinkan guru merancang dan melaksanakan program pembelajaran dengan lebih baik.
  • Mendorong penerapan pendekatan pembelajaran secara aktif.
  • Memungkinkan partisipasi masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan.
  • Adanya kerja sama antar guru dapat menumbuhkan kebersamaan, selanjutnya dapat meningkatkan semangat kerja guru.

Memungkinkan anak yang cepat belajar untuk melakukan pengayaan, sebaliknya bagi anak yang lambat dimungkinkan menggunakan sumber belajar untuk memperbaiki sumber belajarnya.

Hamalik, Oemar. 2012. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara

Iru, La dan La Ode Safiun Arihi. 2012. Analisis Pendekatan, Metode,Strategi, dan Model-Model Pembelajaran. Yogyakarta: Multi Persindo

Sanjaya, Wina. 2008. Straregi Pembelajaran. Jakarta: Kencana Preneda Media Group

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!