Indikator Kreativitas Belajar

Indikator kreativitas belajar siswa

Kreativitas menurut Monty dan Fidelis berkaitan erat dengan lima ciri afektif orang yang kreatif terdiri atas:[1]

  • Kleancaran (fluency): rasa ingin tahu yang mendorong individu lebih banyak mengajukan pertanyaan, selalu memeperhatikan orang, obyek dan situasi serta membuatnya lebih peka dalam pengamatan dan ingin mengetahui atau meneliti.
  • Keluwesan (flexibility): memiliki imajinasi yang hidup, yakni kemampuan memperagakan atau membayangkan hal-hal yang belum pernah terjadi;
  • Keaslian (originality): merasa tertantang oleh kemajuan yang mendorong untuk mengatasi masalah-masalah yang sulit;
  • Penguraian (elaboration): Sifat berani mengambil resiko, yang membuat orang kreatif tidak takut gagal atau mendapat kritik; dan
  • Perumusan kembali (redefenition): Sifat menghargai bakat-bakatnya sendiri yang sedang berkembang.

Menurut Utami Munandar mengemukakan cini-ciri kreativitas antara lain:[2]

  1. Senang mencari pengalaman baru
  2. Memiliki keasyikan dalam mengerjakan tugas-tugas yang sulit
  3. Memiliki inisiatif
  4. Memiliki ketekunan yang tinggi
  5. Cenderung kritis terhadap orang lain
  6. Berani menyatakan pendapat dan keyakinannya
  7. Selalu ingin tahu
  8. Peka atau perasa
  9. Enerjik dan ulet
  10. Menyukai tugas-tugas yang majemuk
  11. Percaya kepada diri sendiri
  12. Mempunyai rasa humor
  13. Memiliki rasa keindahan
  14. Berwawasan masa depan dan penuh imajinasi

Dapat disimpulkan bahwa indikator dari kreativitas belajar siswa adalah sebagai berikut:

  1. Siswa memiliki rasa ingin tahu
  2. Siswa aktif mengajukan pertanyaan
  3. Siswa selalu memperhatikan orang lain berpendapat
  4. Objek dan lingkungan membuat siswa lebih peka dalam pengamatan
  5. Siswa memiliki rasa ingin meneliti
  6. Siswa menggunakan rumus-rumus baru dan rumus cepat dalam mengerjakan soal matematika
  7. Siswa menggunakan alat peraga atau rumus yang berbeda dari guru
  8. Siswa memikirkan apa yang disampaikan oleh guru
  9. Siswa merasa tertantang untuk mengatasi soal-soal yang sulit
  10. Siswa menggunakan berbagai cara dalam mengerjakan soal
  11. Siswa mengaplikasikan materi matematika dalam kehidupan sehari-hari
  12. Siswa mengembangkan pengetahuan tentang
  13. Siswa mengembangkan pengalaman tentang
  14. Siswa mengetahui bakatnya sendiri
  15. Siswa percaya diri dalam mengerjakan soal
  16. Siswa mencari pengalaman baru tentang
  17. Siswa mampu beradaptasi dengan lingkungan yang baru
  18. Siswa mampu disiplin dalam belajar

 

Mengembangkan kreativitas peserta didik

Berikut disajikan beberapa resep yang dapat dilakukan guru untuk mengembangkan kreativitas peserta didik. [3]

  • Jangan terlalu banyak membatasi ruang gerak peserta didik dalam pembelajaran dan mengembangkan pengetahuan baru.
  • Bantulah peserta didik memikirkan sesuatu yang belum lengkap, mengeksplorasi pertanyaan, dan mengemukakan gagasan yang original.
  • Bantulah peserta didik mengembangkan prinsip-prinsip tertentu ke dalam situasi baru.
  • Berilah tugas-tugas secara independent.
  • Kurangi kekangan dan ciptakan kegiatan-kegiatan yang dapat merangsang otak.
  • Berikan kesempatan pada pesrta didik untk berfikir reflektif terhadap setiap masalah yang dihadapui.
  • Hargai perbedaan individu peserta didik, dengan melonggarkan aturan dan norma kelas.
  • Jangan memaksakan kehendak terhadap peserta didik.
  • Tunjukan perilaku-perilaku baru dalam pembelajaran.
  • Kembangkan tugas-tugas yang dapat merangsang tumbuhnya kreativitas.
  • Kembangkan rasa percaya diri pesrta didik, dengan membantu mereka mengembangkan kesadaran dirinya secara positif, tanpa mengurangi dan mendikte mereka.
  • Kembangkan kegiatan-kegiatan yang menarik, seperti kuis dan teka-teki, dan menyanyi yang dapat memacu potensi secara optimal.
  • Libatkan peserta didik secara optimal, sehingga proses mentalnyas bias lebih dewasa dalam menemukan konsep dan prinsip-prinsip ilmuan.

[1] Satiadarma, Monty P. dan Fidelis E. Waruwu. 2003. Mendidik Kecerdasan. Jakarta: Pustaka Populer Obor, hal. 1110

[2] Utami Munandar. 1992. Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia, hal. 58

[3] E. Mulyasa2. 2007. Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, hal. 169

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!