Karakteristik dan Manfaat Penilaian Otentik

karakteristik penilaian otentik yang mengacu pada Permendikbud Nomer 81A Tahun 2013, meliputi:

  1. Belajar Tuntas.

Untuk kompetensi pada kategori pengetahuan dan keterampilan (KI-3 dan KI-4), peserta didik tidak diperbolehkan mengerjakan pekerjaan selanjutnya, sebelum mampu menyelesaikan pekerjaan dengan tata cara yang tepat dan hasil akhir yang baik. Belajar tuntas menggunakan asumsi bajwa peserta didik dapat belajar apapun, hanya waktu yang dibutuhkan yang berbeda. Peserta didik yang belajar lambat perlu waktu lebih lama untuk materi yang sama, dibandingkan peserta didik pada umumnya.

  1. Otentik

Memandang penilaian atau evaluasi dan pembelajaran secara terpadu. Penilaian otentik harus menggambarkan masalah dunia nyata, bukan tentang dunia sekolah. Menggunakan berbagai cara dan kriteria holistik (kompetensi utuh merefleksikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap). Penilaian otentik tidak hanya mengukur apa yang diketahui oleh peserta didik, tetapi lebih khusus untuk meninjau apa yang dapat dilakukan oleh peserta didik.

Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran yang tepat mengenai perkembangan hasil belajar siswa, meninjau proses, kemajuan, dan revisi hasil secara terus menerus berbentuk penilaian proses, dan berbagai jenis ulangan secara berkelanjutan (ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, atau ulangan kenaikan kelas).

  1. Berdasarkan acuan kriteria.

Kemampuan peserta didik tidak dibandingkan terhadap kelompoknya, tetapi dibandingkan terhadap kriteria yang ditetapkan, misalnya ketuntasan minimal, yang ditetapkan oleh satuan pendidikan masing-masing.

  1. Menggunakan teknik penilaian yang bervariasi.

Teknik penilaian yang dipilih dapat berupa tertulis, lisan, produk, portofolio, unjuk kerja, projek, pengamatan, dan penilaian diri.

Tabel Perbedaan Penilaian Tradisional dan Penilaian Otentik

Penilaian Tradisional Penilaian Otentik
Periode waktu tertentu

 

Mengukur keterampilan tingkat rendah

 

Menerapkan drill dan latihan

 

Memiliki perspektif sempit

 

Mengungkapkan fakta

 

Menggunakan standar kelompok

 

Bertumpu pada ingatan (memorisasi)

 

Hanya satu solusi yang benar

 

Mengungkap keterampilan

 

Mengajar untuk ujian

 

Waktu ditentukan oleh guru dan siswa

 

Mengukur kterampilan tingkat tinggi

 

Menerapkan strategi-strategi kritis dan kreatif

Memiliki perspektif menyeluruh

 

Mengungkap konsep

 

Menggunakan standar personal

 

Bertumpu pada internalisasi

 

Solusi yang benar banyak

 

Mengungkap proses

 

Mengajar untuk kebutuhan

 

Sumber: Pantiwati, 2013: 4

  • Manfaat Penilaian Otentik

Ada beberapa manfaat penggunaan penilaian otentik, sebagaimana dikemukakan Mueller, 2008 (diacu dalam Ngadip, 2010: 8), yaitu sebagai berikut:

  1. Penggunaan penilaian otentik memungkinkan dilakukannya pengukuran secara langsung terhadap kinerja siswa sebagai pencapaian indikator kompetensi yang dipelajari.
  2. Penilaian otentik memberikan kesempatan pembelajar untuk mengkonstruksikan hasil belajarnya ketika mereka dihadapkan pada situasi konkret. Dengan cara ini siswa akan menyeleksi dan membuat jawaban berdasarkan ilmu pengetahuan yang dimiliki dan analisis situasi yang dilakukan agar jawabannya relevan dan bermakna.
  3. Penilaian otentik memungkinkan terintegrasikannya kegiatan pembelajaran dan penilaian menjadi terpadu.
  4. Penilaian otentik memberi kesempatan kepada siswa untuk menunjukan hasil belajarnya, performa pembelajarannya, kreatifitas dan inovasinya sehingga dapat tercapai target-target dan tujuan pembelajaran secara maksimal.

Pantiwati, Y. 2013. Hakekat Asesmen Autentik dan Penerapannya dalam Pembelajaran Biologi. JEMS (Jurnal Edukasi Matematika dan Sains). Vol. 1 No. 1

Muchtar, H. 2010. Penerapan Penilaian Authentik dalam Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan. Jurnal Pendidikan Penabur. Jakarta: Universitas Negeri Jakarta.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!