Pengertian Ahli Definisi Penilaian Otentik

  • Pengertian Penilaian Otentik

Penilaian otentik adalah proses pengumpulan informasi oleh guru tentang perkembangan dan pencapaian pembelajaran yang sudah dikerjakan oleh siswa melalui suatu teknik yang dianggap mampu menggambarkan keadaan siswa, membuktikan atau menggambarkan secara tepat terkait tujuan pembelajaran dan kompetensi yang telah dikuasai dan dicapai (Hayat, 2007: 249).

Penilaian otentik merupakan proses untuk menggambarkan perubahan yang terjadi di dalam diri siswa setelah proses pembelajaran. Dengan kata lain bahwa penilaian bukan hanya pencapaian tujuan, tetapi juga usaha keras guna memiliki informasi siswa secara berkala, berkesinambungan dan menyeluruh dari proses dan hasil belajar (Taufina, 2009: 113).

Menurut Jon Mueller dalam Hartati Muchtar (2010: 72) penilaian otentik merupakan suatu bentuk penilaian dimana siswa diminta untuk melakukan tugas-tugas dunia nyata yang menunjukkan aplikasi bermakna dari pengetahuan dan keterampilan esensial. Penilaian otentik  berarti mengevaluasi pengetahuan atau keahlian siswa dalam konteks yang mendekati dunia rill atau kehidupan nyata sedekat mungkin. Penilaian otentik muncul dikarenakan penilaian tradisional yang sering kali mengabaikan konteks dunia nyata, Penilaian otentik menantang para siswa untuk menerapkan informasi dan keterampilan baru dalam situasi nyata untuk tujuan tertentu.

Inti dari bentuk penilaian ini adalah penilaian didasarkan pada beberapa sumber. Beberapa hal yang secara jelas mencirikan penerapan penilaian otentik adalah mengukur semua aspek pembelajaran baik proses, kinerja maupun produk, menggunakan berbagai cara sehingga tes hanyalah salah satu alat pengumpulan data penilaian, tugas yang diberikan berhubungan dengan keseharian kehidupan siswa serta menekankan kedalam pengetahuan dan keahlian siswa. Sesuai dengan inti dari penilaian otentik, ada beberapa alat penilaian yang digunakan, seperti hasil karya (product), penugasan (project), kinerja (performance), tes tertulis (paper and pencil test) serta kumpulan hasil kerja (portofolio).

Berdasarkan pengertian diatas mengenai penilaian otentik dapat disimpulkan bahwa penilaian otentik adalah penilaian yang menilai keseluruhan pembelajaran, baik proses maupun hasil belajar atau produk siswa dan mampu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari, serta dapat mengetahui apa yang diharapkan siswa dan mengetahui bagaimana siswa dapat mewujudkan kualitas tersebut.

  • Prinsip Penilaian Otentik

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomer 81A Tahun 2013, penilaian peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut:

  1. Sahih, berarti penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur.
  2. Objektif, berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi subjektivitas penilai.
  3. Adil, berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan  agama, budaya, suku, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender.
  4. Terpadu, berarti penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran.
  5. Terbuka, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan.
  6. Menyeluruh dan berkesinambungan, berarti penilaian oleh pendidik mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang tepat, untuk meninjau perkembangan kemampuan peserta didik.
  7. Sistematis, berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku.
  8. Beracuan kriteria, berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan.
  9. Akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi teknik, prosedur, maupun hasilnya.
  10. Edukatif, berarti penilaian dilakukan untuk kepentingan dan kemajuan pendidikan peserta didik
  • Ciri Penilaian Otentik

Ciri-ciri penilaian otentik menurut Kunandar (2013: 38) adalah:

  1. Harus mengukur semua aspek pembelajaran, yakni bukti kinerja dan hasil akhir atau produk. Artinya, dalam melakukan penilaian terhadap peserta didik harus mengukur aspek kinerja (performance) dan produk atau hasil yang dikerjakan oleh peserta didik. Dalam melakukan penilaian kinerja dan produk pastikan bahwa kinerja dan produk tersebut merupakan cerminan kompetensi dari peserta didik tersebut secara nyata dan objektif.
  2. Dilaksanakan selama dan sesudah proses pembelajaran berlangsung. Artinya, dalam melakukan penilaian terhadap siswa, guru seharusnya dapat melakukan penilaian terhadap kemampuan atau kompetensi proses (kemampuan atau kompetensi peserta didik dalam kegiatan pembelajaran) dan kemampuan atau kompetensi peserta didik setelah melakukan kegiatan pembelajaran.
  3. Menggunakan berbagai cara dan sumber. Artinya, dalam melakukan penilaian terhadap peserta didik harus menggunakan berbagai teknik penilaian (disesuaikan dengan tuntutan kompetensi) dan menggunakan berbagai sumber atau data yang bisa digunakan sebagai informasi yang menggambarkan penguasaan kompetensi peserta didik.
  4. Tes hanya salah satu alat pengumpul data penilaian. Artinya, dalam melakukan penilaian peserta didik terhadap pencapaian kompetensi tertentu harus secara komprehensif dan tidak hanya mengandalkan hasi tes semata. Informasi-informasi lain yang mendukung pencapaian kompetensi peserta didik dapat dijadikan bahan dalam melakukan penilaian.
  5. Tugas-tugas yang diberikan kepada peserta didik harus mencerminkan bagian-bagian kehidupan peserta didik yang nyata setiap hari, mereka harus dapat menceritakan pengalaman atau kegiatan yang mereka lakukan setiap hari.

Penilaian harus menekankan kedalam pengetahuan dan keahlian peserta didik, bukan keluasannya (kuantitas). Artinya, dalam melakukan penilaian peserta didik terhadap pencapaian kompetensi harus mengukur kedalaman terhadap penguasaan kompetensi tertentu secara objektif.

 

Nurhayati, E. 2010. Bimbingan Keterampilan dan Kemandirian Belajar, Bandung: Batic Press

Taufina, O. 2009. Authentic Assessment dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas Rendah SD. Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan. Padang: Universitas Negeri Padang. Vol.9 No.1

Muchtar, H. 2010. Penerapan Penilaian Authentik dalam Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan. Jurnal Pendidikan Penabur. Jakarta: Universitas Negeri Jakarta

Kunandar. 2013. Penilaian Autentik (Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik Berdasarkan Kurikulum 2013). Jakarta: Rajawali Press

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!