Pengertian Penilaian (Assessment)

  • Pengertian Penilaian (Assessment)

Dalam pengertian umum merujuk pada Kamus Bahasa Indonesia, penilaian diartikan sebagai proses, cara dan perbuatan menilai (Pusat Bahasa Depdiknas, 2008: 1004). Kata “penilaian” memiliki padanannya dalam bahasa Inggris dengan assessment yang berasal dari kata assess: menaksir, membebani, menilai (Echols dan Shadily, 2002: 41). Secara khusus jika disesuaikan dengan konteks belajar maka penilaian memiliki pengertian, antara lain sebagai berikut:

  1. Penilaian adalah proses sistematis pengumpulan informasi (angka, deskripsi verbal), analisis, dan interpretasi informasi untuk memberikan keputusan terhadap kadar hasil kerja siswa (Masnur, 2008: 78). Dikaitkan dengan pembelajaran di kelas, penilaian bersifat holistik (menyeluruh) dan integratif (terpadu) dengan memperhatikan tiga ranah, yaitu ranah pengetahuan (kognitif), ranah sikap (afektif), dan ranah keterampilan (psikomotorik). Ketiga ranah ini dinilai secara proporsional sesuai sifat mata pelajaran atau materi pembelajaran yang akan dikenakan pada siswa (Masnur, 2008: 78).
  2. Penilaian adalah proses memberikan atau menentukan terhadap hasil belajar tertentu berdasarkan suatu kriteria tertentu sehingga diperoleh gambaran utuh mengenai kondisi siswa dalam pembelajaran (Jihad dan Haris, 2008: 99).
  3. Penilaian dalam desain pembelajaran yang inovatif-progresif memiliki beberapa prinsip, antara lain: (a) valid, artinya penilaian harus memberikan informasi yang akurat tentang hasil belajar siswa; (b) mendidik, artinya penilaian harus berkontribusi positif terhadap pencapaian belajar siswa; (c) berorientasi pada kompetensi, artinya penilaian harus menilai pencapaian kompetensi yang dimaksud dalam kurikulum; (d) adil, artinya penilaian harus adil terhadap semua siswa dengan tidak membedakan latar belakang sosial, ekonomi, budaya, bahasa, dan gender; (e) terbuka, artinya kriteria penilain dan dasar pengambilan keputusan harus jelas dan terbuka bagi semua pihak (siswa, guru, sekolah, orang tua, dan pihak lain yang terkait); (f) berkesinambungan, artinya penilaian dilakukna secara berencana, bertahap, dan terus menerus untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan belajar siswa sebagai hasil kegiatan belajarnya; (g) menyeluruh, artinya penilaian terhadap siswa meliputi pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotor), sikap dan nilai (afektif) yang direfleksikan dalam kebiasaaan berpikir dan bertindak; (h) bermakna, artinya penilaian hendaknya mudah dipahami, mempunyai arti, berguna, dan bisa ditindaklanjuti oleh semua pihak (Trianto, 2009: 225)
  4. Penilaian mencakup fungsi-fungsi: (a) fungsi selektif, terkait dengan menilai siswa disesuaikan dengan level dan pilihan dalam pembelajaran; (b) fungsi diagnostik, terkait dengan penanganan masalah yang ada untuk diidentifikasi dan dicarikan solusinya; (c) fungsi penempatan, terkait dengan penempatan siswa disesuaikan dengan tuntutan belajar agar diperoleh hasil optimal; (d) fungsi pengukur keberhasilan, terkait dengan evaluasi sejauhmana faktor-faktor pembelajaran (sarana prasarana sekolah, sistem, guru, metode, kurikulum) memberikan kontribusinya (Arikunto, 2011: 10).
  5. Penilaian adalah rangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis, akurat dan berkesinambungan dengan menggunakan alat pengukur tertentu, seperti soal dan lembar pengamatan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan berkaiatan dnegan pencapaian kompetensi peserta didik (Kunandar, 2013: 66).

 

 

Kunandar. 2013. Penilaian Autentik (Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik Berdasarkan Kurikulum 2013). Jakarta: Rajawali Press

Arikunto, Suharsimi. 2011.  Dasar Dasar  Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara

Trianto. 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kencana

Jihad, A. dan Haris, A. 2008. Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Multi Pressindo

Masnur, M. 2008. KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Jakarta: Bumi Aksara

Echols, J.M dan Shadily H. 2002. Kamus Inggris Indonesia. Cet. XXVI. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!