Pengertian Teknik penilaian kinerja

Teknik penilaian kinerja atau penilaian perbuatan atau penilaian unjuk kerja adalah penilaian tindakan atau tes praktek yang secara efektif dapat digunakan untuk kepentingan pengumpulan berbagai informasi tentang bentuk-bentuk perilaku yang diharapkan muncul dalam diri individu (murid), perilaku yang muncul bisa berupa keterampilan individu tersebut (Mulyadi, 2010: 52). Pengertian ini sejalan dengan Werther dan Davis (1996) bahwa, “Performance appraisal is the process by which organization evaluate individual job performance”. Dengan kata lain penilaian kinerja adalah proses dimana organisasi atau sekolah yang didalamnya termasuk guru mengevaluasi kinerja atau pekerjaan individual selama proses pembelajaran berlangsung).
Menurut Taufina (2009: 113) authentic assessment (penilaian otentik) merupakan proses untuk menggambarkan perubahan dalam diri siswa setelah pembelajaran. Adapun menurut Sudaryono (2012: 74) penilaian kinerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Cara penilaian ini dianggap lebih otentik daripada tes tertulis karena apa yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan peserta didik yang sebenarnya.
Menurut Edi penilaian kinerja (Performance Assesment) adalah suatu penilaian yang meminta siswa untuk mendemonstrasikan dan mengaplikasikan pengetahuan, keterampilan, dan kelakuan kerjanya ke dalam berbagai tugas yang bermakna dan melibatkan siswa sesuai dengan kriteria yang dinginkan. Tugas kinerja yang dimaksud adalah soal terbuka yang menuntut siswa untuk menyelesaikan dengan mempertunjukkan proses (kinerja) penyelesaiannya. Rubik sebagai pedoman penskoran terhadap kinerja siswa berdasarkan kriteria penilaian yang telah dibuat.
Dari beberapa pengertian di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa teknik penilaian kinerja adalah teknik penilaian yang berupa perbuatan atau praktek yang dilakukan oleh peserta didik dalam melakukan sesuatu sesuai dengan kriteria yang diinginkan oleh guru dalam proses pembelajaran.
b. Langkah-langkah Penilaian Kinerja
Menurut Edi, dalam melakukan teknik penilaian kinerja terdapat langkah-langkah penilaian kinerja sebagai berikut.
1) Identifikasi tujuan yang ingin dicapai dengan menerapkan penilaian kinerja.
2) Menentukan konsep yang ingin dicapai seperti keterampilan atau pengetahuan apa yang akan kita nilai.
3) Apa yang seharusnya diketahui oleh siswa?
4) Bagaimana kinerja siswa yang diharapkan?
5) Tipe pengetahuan apa yang akan dinilai: rasional, memori, ataukah proses?
6) Memilih kegiatan yang cocok untuk menilai siswa.
7) Perhatikan: batasan waktu yang tersedia, sumber daya alat di kelas, berapa banyak data yang diperlukan mengetahui kualitas kinerja siswa.
8) Menentukan kriteria kualitas kinerja siswa.
9) Mengidentifikasi secara keseluruhan kinerja yang akan dinilai.
10) Mendaftar aspek-aspek yang penting dari kinerja.
11) Membatasi jumlah kriteria yang akan diamati.
12) Menyatakan kriteria dalam bentuk karakteristik produk atau kelakuan siswa yang diamati.
13) Menyusun kriteria agar dapat diamati dengan efektif.
14) Menyusun rubrik kinerja.
15) Menilai kinerja: metode holistik dan metode analitik.
Selain langkah-langkah di atas, ada beberapa metode penilain kinerja, yaitu sebagai berikut
1) Skala Rating (Rating Scales)
Evaluasi hanya didasarkan pada pendapat penilai, yang membandingkan hasil belajar siswa dengan kriteria yang dianggap penting bagi pelaksanaan pembelajaran.
2) Cheklist
Metode ini adalah untuk mengurangi beban penilai. Penilai tinggal memilih kalimat-kalimat atau kata-kata yang menggambarkan kinerja siswa.
3) Ranking
Penilai membandingkan satu dengan siswa lain siapa yang paling baik dan menempatkan setiap siswa dalam urutan terbaik sampai terjelek

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!