Pengertian Ahli Tentang Kepercayaan Diri

Pengertian kepercayaan diri secara sederhana dapat dikatakan sebagai suatu keyakinan seseorang terhadap gejala (aspek) kelebihan yang dimiliki oleh individu dan keyakinan tersebut membuatnya merasa mampu untuk bisa mencapai berbagai tujuan hidupnya. Kepercayaan diri merupakan keyakinan terhadap diri sendiri bahwa ia memiliki kemampuan dan kelemahan, dan dengan kemampuan tersebut ia merasa optimis dan yakin akan mampu mengatasi masalahnya dengan baik.[1]

Secara etimologis , kepercayaan diri terdiri dari dua kata, yaitu :diri” dan “kepercayaan”. Diri artinya sebuah identitas atau kepribadian. Diri berisi persepsi-persepsi tentang sifat-sifat dari ‘diri subjek’ atau ‘diri objek’ dan persepsi-persepsi tentang hubungan antara ‘diri subjek’ atau ‘diri objek’ dengan orang-orang lain dan dengan berbagai aspek kehidupan beserta nilai-nilai yang melekat pada persepsi-persepsi ini. Sedangkan kepercayaan artinya keyakinan atau mengakui. Secara terminologis kata percaya berarti yakin bahwa menang, benar atau menganggap, pasti, jujur, kuat, baik dan sebagainya. Percaya merupakan kata dasar atau kata kerja. Sedangkan pengertian kepercayaan adalah mengakui atau menyakini bahwa seseorang itu memastikan akan kemampuan atau kelebihan seseorang atau sesuatu (bahwa akan dapat memenuhi harapannya). Kepercayaan merupakan pengembangan kata dasar dari percaya. Sehingga dapat diartikan sebagai kepercayaan akan diri (kepercayaan diri). Karena kepercayaan diri berkaitan dengan istilah “percaya” dan “rahasia”. Menurut kamus psikologi istilah kepercayaan diri adalah percaya pada kemampuan diri sendiri dan menyadari kemampuan yang dimiliki serta memanfaatkannya secara tepat. Kepercayaan diri adalah kemampuan untuk mempercayai kemampuan sendiri[2]

Kepercayaan diri adalah efek dari seseorang merasa, menyakini, dan mengetahui. Seseorang dengan kepercayaan diri yang tinggi memiliki perasaan positif terhadap dirinya, memiliki keyakinan yang kuat atas dirinya, serta mempunyai pengetahuan akurat terhadap kemampuan yang dimiliki.[3]

Percaya diri adalah sebuah sikap yang merasa pantas, nyaman dengan diri sendiri dari penilaian orang lain, serta memiliki keyakinan yang kuat. Maka sifat tidak percaya diri datang apabila pribadi tersebut tidak merasa pantas, nyaman dan tenang dengan dirinya. Orang yang tidak merasah percaya diri akan merasa terus jatuh, takut untuk mencoba, merasa dirinya salah dan memiliki perasaan khawatir.[4]

Sedangkan menurut Slameto bahwa kepercayaan diri adalah suatu kepercayaan mengenai keadaan dirinya yang tumbuh dari interaksi seseorang dalam kehidupannya. Dapat dikatakan juga bahwa kepercayaan diri merupakan konsep diri yang positif yang timbul dalam diri seseorang akibat interaksi dengan orang lain.[5]

Enung Fatimah berpendapat mengenai kepercayaan diri adalah sikap positif seorang individu yang memampukan dirinya untuk mengembangkan penilaian positif baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungan/situasi yang dihadapinya. Hal ini bukan berarti bahwa individu tersebut mampu dan kompeten melakukan segala sesuatu seorang diri, alias “sakti”. Rasa percaya diri yang tinggi sebenarnya hanya merujuk pada adanya beberapa aspek dari kehidupan individu tersebut bahwa ia merasa memiliki kompetensi, yakin mampu dan percaya bahwa dia bisa karena didukung oleh pengalaman, potensi aktual, prestasi serta harapan yang realistik terhadap diri sendiri.[6]

 

Referensi

1 Thursan Hakim. 2002. Mengatasi Rasa Tidak Percaya Diri. Jakarta: Puspa Swara

2 Martin Perry. 2006.  Confidence Boosters (Pendongkrak Kepercayaan Diri). Jakarta: Erlangga,

3 Gina Fauziah. 2009. Kepercayaan Diri. Bandung: CV. Wacana Gelora Putra,

4 Ash Syaifullah. 2010. Tips Bisa Percaya Diri. Yogyakarta: Garailmu

5 Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta

6 Enung Fatimah. 2010. Psikologi Perkembangan. Bandung: CV. Pustaka Setia

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!